Bahasa Walikan Malang

Bahasa Walikan Malang
Bahasa Walikan Malangan

Bahasa Walikan Malang. Bahasa dan masyarakat merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Mungkinkah ada bahasa tanpa masyarakat? atau bisakah masyarakat berkomunikasi tanpa bahasa?. Sementara itu dalam kehidupan masyarakat yang berbudaya, bahasa senantiasa berkembang dan tidak menutup kemungkinan terjadi pergeseran. Perubahan tersebut kemudian turut menghadirkan fenomena dalam berbahasa, salah satunya adalah Bahasa Walikan oleh masyarakat Malang di Jawa Timur.

Meski budaya Malang tetap pada konsepsi kebudayaan Arek, namun tetap mengusung kekhasannya sendiri, yakni Malangan. Dialek Malang atau dialek Malangan, dialek Ngalaman dan Boso Walikan (Osob Kiwalan) adalah satu hal yang mengukuhkan keunikannya. Bahasa ini adalah dialek yang dituturkan dengan membalik posisi huruf pada kosakata bahasa Jawa atau bahasa Indonesia pada umumnya. Hanya saja, tidak membalikkan konsonan rangkap, afiks, dan gabungan suku kata yang tidak mungkin dibalik.

Bahasa Walikan Malang hanyalah salah satu dari ragam bahasa Malang-an sebagai sebuah sistem lambang bunyi oleh sekelompok masyarakat untuk berinteraksi dan mengidentifikasi diri. Hal ini sejalan dengan kesejarahannya yang dimulai dari pemikiran para pejuang tempo dulu, yakni kelompok Gerilya Rakyat Kota (GRK). Bahasa dengan sedikit modifikasi ini dirasa perlu untuk menjamin kerahasiaan, efektivitas komunikasi sesama pejuang, selain sebagai pengenal kawan atau lawan (semacam sandi) (Al-Hadi:2011).

Jelajahi artikel ini

Tinggalkan komentar Anda