Kesenian Tradisional Malang Raya

Kesenian Tradisional Malang Raya
Ragam Kesenian Malang

Kesenian Malang. Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu merupakan kawasan metropolitan terbesar kedua di Jawa Timur setelah Gerbangkertosusilo. Kawasan ini, selain telah dianugerahi keindahan alam yang luar biasa yang dikemudian hari turut menempatkannya sebagai salah satu destinasi wisata terbesar di Indonesia, Malang juga sebagai wilayah yang kaya akan peninggalan budaya.

Dalam hal kebudayaan, Malang termasuk dalam Kawasan Kebudayaan Arek yang dikatakan sebagai salah satu sub kultur terpenting di Jawa Timur. Kawasan budaya arek sendiri membentang mulai dari pantai utara Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, sebagian Pasuruan, dan berakhir di Malang Raya. Menariknya, meski tetap pada konsepsi “Arek” Malang khas dengan budayanya sendiri, yakni Malangan.

Ada titik tolak yang berbeda antara Arek dan Malangan. Hal ini disebabkan Malangan lahir dari kompleksitas kerajaan-kerajaan besar di Nusantara. Kompleksitas termasuk juga pada narasi historis dan cerita-cerita rakyatnya, tentang romantika keberpihakan pada rakyat atau kerajaan, cinta terlarang hingga perebutan kekuasaan. Dari sini, Malang pun kaya akan kesenian sebagai penggal budaya yang bernarasi historis dan bermakna estetis yang tinggi

Kesenian Malang hadir dalam banyak variasi, termasuk juga kesenian tradisi Jawa Timur yang kemudian tersaji dalam bentuk yang khas sejalan dengan akulturasi budaya lokalnya. Sebagai misal, ada Ludruk Malangan, Macapat Malangan, Tayub Malangan dan lain sebagainya, Kesenian Malang sendiri lebih banyak berupa seni tari. Senada dengan “tlatah” Budaya Arek, seni tari Malang menjadi lebih energetik, gembira dan lugas.

Dibawah ini adalah beberapa daftar kesenian Malang Raya. Sebagian telah ditulis lebih detail dalam artikel tersendiri. Namun mengingat langkanya referensi, sebagian yang lain hanya ditulis penjelasan singkatnya saja.

Daftar Kesenian Malang Raya


Wayang Topeng Malang

Wayang Topeng Malangan adalah salah satu seni tari purba sebagai peninggalan tradisi budaya dan religiusitas masyarakat Jawa. Sesuai dengan namanya, wayang ini dimainkan oleh orang yang wajahnya ditutupi oleh topeng dengan diiringi oleh alunan gamelan. Kesenian asli Malang ini termasuk dalam 8 kesenian Jawa Timur yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional oleh Kementrian pendidikan dan Kebudayaan.

Sejarah Wayang Topeng Malang

Tari Topeng Malangan disajikan dengan membawakan lakon-lakon Panji yakni Malat, Wasing,Wangbang-Wideha dan Kisah Angraeni. Biasanya, kesenian ini akan dibuka oleh Tari Beskalan Lanang (Topeng Bangtih). Selanjutnya , secara berurutan disajikan jejer Jawa, Perang Gagal, Adegan Gunungsari-Patrajaya, Jejer Sabrang, Perang Brubuh dan Bubaran. Lebih detail mengenai kesenian Malang ini silahkan klik Baca Selengkapnya

Jelajahi artikel ini

Tinggalkan komentar Anda