Kesenian Jaran Bodhag

Kesenian Jaran Bodhag
sumber : www.blitudik.com

Jaran Bodhag adalah salah satu kesenian tradisional asli Probolinggo Jawa Timur yang pada 2014 yang lalu telah ditetapkan dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2014. Hingga saat ini Jaran Bodag tetap populer dikalangan masyarakat Probolinggo dan biasa digunakan untuk mengiringi dan mengarak acara hajatan, pernikahan, khitanan, dan sebagainya.

Jaran Bodhag dalam terminologi Bahasa Jawa atau Madura dimaknai sebagai Jaran yang berarti Kuda dan Bodhag yang berarti Wadah. Dimaksudkan sebagai kuda tiruan terbuat dari kayu menyerupai kepala kuda sampai leher. Kemudian leher kuda kayu itu disambung dengan peralatan lengkap dengan aksesoris.

Kesenian Jaran Bodhag disajikan dalam bentuk arak-arakan dijalan maupun didepan rumah dengan diiringi alunan musik tradisional Gamelan yang terdiri dari kenong, Gong, Kendang dan Sronen. Jaran Bodhag dibawa oleh dua orang dengan sebutan janis dan penunggang jaran.

Dalam penyajiannya juga ditampilkan tembang-tembang tradisi khas Jaran Bodhag dengan pakaian penuh gemerlapan, menarik, unik, yang didesain sendiri oleh pemiliknya dengan segala kemampuan estetiknya.

Sesajen dalam Kesenian Jaran Bodhag

Seperti kebanyakan kesenian tradisional Jawa Timur lainnya, pertunjukan Jaran Bodhag juga tidak lepas dari adanya perlengkapan ritual seperti sesajen. Dalam kesenian ini sesajen yang dihadirkan terbagi menjadi dua macam yaitu sesajen untuk tuan rumah dan sesajen untuk pemain, gamelan, dan pengantin.

Sesajen untuk pemain, gamelan, dan pengantin biasanya terdiri dari beras putih, kelapa, ayam mentah dan hidup, dua tandan pisang yang masing-masing jenisnya sama. Ada juga jajan tujuh rupa, sirih dan pinang, tembakau dan cengkeh, gula dan kopi, bunga, kopi, santan, jenang putih, jenang merah, lawon atau sewek, perapian dan kemenyan.

Sementara itu, sesajen untuk tuan rumah atau yang punya hajatan terdiri atas berbagai macam barang yang digantung pada seutas tali rafia yang masing-masing ujungnya diikatkan pada tiang. Barang-barang itu kemudian digantung di depan pentas yang nantinya akan dipakai untuk pertunjukan. Pada saat pertunjukan Jaran Bodhag, barang-barang itu akan dijadikan sebuah lagu yang berbentuk pantun.

Bentuk lagunya yaitu dengan menyebutkan beberapa barang menjadi satu larik kemudian diartikan menurut pemikiran dari pemain drama Jaran Bodhag. Kidung adalah sejenis nyanyian seperti sebuah lirik atau syair yang dinyanyikan. Bahasa yang digunakan dalam kidungan adalah bahasa sehari-hari masyarakat sekitar, yaitu bahasa Madura atau bahasa Jawa.

Kidungan Jawa ada Suroboyoan dan Malangan. Syair yang dinyanyikan biasanya diambil dari sejarah dan pantun. Sementara itu, kidungan Madura terbagi atas candaan atau cerita lucu dan pantun. Macam-macam kidungan Madura antara lain angleng, gunung sari, beleng kekek. Namun semua tembang baik Jawa dan Madura pada awalnya diambil dari gending jula-juli.

Sejarah Kesenian Jaran Bodhag

Sejarah Seni Jaran Bodhag tidak bisa dilepaskan dari kesenian Jaran Kencak yang merupakan cikal bakal dari Jaran Bodhag. Terdapat beberapa sumber yang mengatakan bahwa kesenian ini mulai muncul pada awal Kemerdekaan Indonesia.

Pada masa itu terdapat seni pertunjukan yang cukup Populer di Kota Probolinggo yakni “Jaran Kencak” sebutan dalam dialek lokal untuk menyebut “Kuda Menari”. Ini adalah sejenis pertunjukkan yang menggunakan kuda yang dilatih khusus untuk menari dan dirias dengan pakaian serta aksesoris lengkap.

Adapun masyarakat pinggiran atau orang-orang miskin mendambakan suatu hiburan serupa dengan Seni Jaran Kencak. Oleh karena kemiskinannya, mereka tidak mampu untuk memiliki ataupun sekedar menyewa kuda. Sehingga dibuatlah sebuah tiruan kuda yang terbuat dari kayu menyerupai kepala kuda sampai leher.

Leher kuda kayu itu disambung dengan peralatan atau aksesoris mirip “Jaran Kencak” asli, yang memungkinkan seseorang dapat berdiri di dalam dan dikelilingi aksesoris kuda. “Penunggang” kuda seolah-olah naik kuda, padahal ia berdiri dan berjalan (dengan kaki sendiri). Menyangga leher kepala kuda lengkap dengan aksesorisnya sehingga dari jauh mirip orang yang naik “Jaran Kencak”.

Video Pertunjukan Jaran Bodhag

Tinggalkan komentar Anda