Tari Pumamasari

Tari Pumamasari
sumber : indonesiakaya.com

Tari Pumamasari. Di masa lalu, raja dari kerajaan Pajajaran di Tatar Pasundan pernah memiliki seorang putri pemberani bernama Pumamasari. Disebutkan bahwa dialah yang berhasil mengalahkan seorang Jaya Antea dari Banten yang telah memporak-porandakan kerajaan ayahnya. Kisah keberanian sang putri tersebut kemudian menginspirasi masyarakat Sunda untuk menciptakan sebuah tarian bertemakan perang, yakni Tari Pumamasari.

Dalam prakteknya, Tari Pumamasari akan dimulai dengan penampilan 4 penari laki-laki dan 4 penari perempuan. Mereka bergerak berputar-putar saling menyerang hingga kemudian melakukan gerakan berhadap-hadapan seperti ingin menunjukkan siapa yang paling kuat. Setelah itu, barulah keluar tokoh utama tari ini dari balik kain merah, yakni Pumamasari yang diikuti oleh sosok Jaya Antea. Kedatangan keduanya seolah saling mengejar, berhadap-hadapan untuk menunjukkan sebuah pertempuran sengit.

Disaat Pumamasari dan Jaya Antea berduel, kedelapan penari tertunduk dan berlindung di balik selendang merah. Pada akhirnya pertempuran itupun dimenangkan oleh Pumamasari, sementara musuhnya harus menuai kekalahan. Jaya Antea dan pasukannya terkapar dan tunduk dibawah kekuasaan Pumamasari. Seperti dalam kisahnya, disebutkan bahwa selain telah memporak-porandakan Kerajaan Padjajaran di wilayah Bogor, Jaya Antea mengejar Pumamasari lantaran jatuh cinta padanya meskipun telah diketahui bahwa Pumamasari telah diperistri oleh Kumbang Bagus Sentra.

Disamping itu, cinta Jaya Antea tak tersampaikan disebabkan amarah dan kebencian Pumamasari terhadap orang yang telah menghancurkan kerajaan ayahnya. Keberanian dan kepandaian bertarung putri Raja Padjajaran dari istri ketujuh ini membuatnya mudah lepas dari cengkraman Jaya Antea. Pumamasari berhasil melumpuhkan seterunya itu dengan sangat mudah berkat bantuan dari Rakean Kalangsunda. Dalam Tari Pumamasari, kisah tersebut diangkat kembali melalui gerakan-gerakan tari yang apik, terutama disaat masing-masing kubu penari saling jual beli gerakan.

Untuk mempertegas karakter, para penari dirias sedemikian rupa, secantik dan setampan mungkin dengan menitikberatkan pada tata rias Sunda klasik. Tari Pumamasari menjadi semakin sempurna penyajiannya karena diiringi oleh musik karawitan yang menggabungkan unsur-unsur tetabuhan dengan irama yang cukup rancak. Hingga saat ini, tari ini tetap lestari dan terus dipelajari pada sejumlah sanggar di Jawa Barat. Tari ini seringkali meramaikan berbagai acara, termasuk acara penyambutan tamu maupun festival budaya.

Tinggalkan komentar Anda