Tari Serimpi Lima

Tari Serimpi Lima
sumber : sastra.um.ac.id

Tari Serimpi Lima. Serimpi pada umumnya diketahui sebagai nama tari yang hidup dan berkembang dalam lingkungan keraton. Salah satu warisan budaya peninggalan Kerajaan Mataram yang hingga kini tetap lestari di dua keraton dari kerajaan tersebut, Surakarta dan Yogyakarta. Namun jauh dari lingkungan itu juga bisa kita dapati jenis Tari Serimpi yang lain yakni Tari Serimpi Lima yang berasal dari desa Ngadireso Poncokusumo Malang.

Tarian ini cukup unik dan terdapat perbedaan dengan Tari Serimpi di Jawa Tengah. Umumnya Tarian Serimpi sangat identik dengan bilangan empat termasuk juga ditarikan oleh empat penari. Pada masyarakat Ngadireso, Tari Serimpi ditarikan oleh lima penari putri. Perbedaan lainnya adalah jika Tari Serimpi di keraton difungsikan sebagai Tarian Pembuka, Tari Serimpi di Malang difungsikan sebagai sarana Upacara Ritual Ruwatan.

Upacara ruwat yang didalamnya terdapat Tari Serimpi Lima adalah Ruwatan Murwakala. Salah satu jenis ruwatan yang dilakukan untuk menyelamatkan atau melindungi seseorang yang diyakini akan menjadi mangsa atau makanan Bethara Kala. Meskipun begitu, Serimpi ini bertemakan kegembiraan, erotik, dan sakral.

Tari Serimpi ini merupakan wujud dari gagasan dan aktivitas masyarakat pemiliknya. Keberadaannya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosio-kultural karena dalam lingkungan etnik, perilaku mempunyai wewenang yang amat besar dalam menentukan keberadaan kesenian termasuk tari tradisional.

Artikel Tari Serimpi Lima ini merupakan artikel rangkuman, jika pembaca berminat untuk mengetahui lebih detail mengenai jenis Tari Serimpi ini silahkan merujuk pada link referensi yang telah penulis sediakan dibawah ini.

Tari Serimpi Lima Malang

Tinggalkan komentar Anda