Tari Srikandi Suradewati

Tari Srikandi Suradewati
sumber : restydwiwahyuni.wordpress.com

Tari Srikandi Suradewati. Dalam sejarahnya, Tari Klasik Gaya Yogyakarta telah mencapai puncak kejayaan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwana VIII. Pada masa itu, kesenian Wayang Wong adalah karya monumental yang juga menjadi simbol legitimasi raja. Selanjutnya lahir beberapa beksan (tari) lepas yang idenya diambil dari penokohan dari seni pertunjukan tradisional tersebut. Beragam bentuk koreografi tercipta, baik tunggal maupun berpasangan, salah satunya adalah beksan Srikandhi Suradewati.

Tari Srikandi Suradewati adalah tari berpasangan yang mengusung cerita yang diambil dari Serat Mahabharata. Sebuah tari yang bercerita tentang peperangan antara Dewi Srikandhi dan Dewi Suradewati. Konflik ini bermula dari keinginan Prabu Dasalengkara yang ingin mempersunting Dewi Siti Sendari, sementara Dewi Siti Sendari sendiri telah terlebih dahulu dijodohkan dengan Raden Abimanyu.

Dewi Suradewati adalah adik dari Prabu Dasalengkara yang kemudian diutus untuk meminang Dewi Siti Sendari. Sayangnya, untuk memenuhi perintah kakaknya tersebut, Suradewati harus berhadapan dengan Dewi Srikandhi yang berada di pihak Raden Ambimanyu. Peperangan antara keduanya pun terjadi. Dewi Srikandhi ternyata lebih unggul dan mengakhiri pertarungan dengan kemenangan, sementara Dewi Suradewati harus takluk dalam kekalahannya.

Tari Srikandi Suradewati – Tari Klasik Gaya Yogyakarta

Tinggalkan komentar Anda